Pramoedya Ananta Toer
“jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang
lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai” (Bumi
manusia, 1980).
Sastrawan
lagendaris itu ialah Pramoedya Ananta Toer. Pujangga asal kelahiran Blora, 6
Februari 1925 silam. Bernama asli Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana cerita
pendek yang berjudul Cerita Dari Blora.
Pramoedya yang
wafat 30 April 2006 silam ini pernah menerima sejumlah penghargaan sastra
bertaraf dunia. Seperti The PEN Freedom-to-Write Award pada tahun
1988, Ann Abbor pada 1999, Fukuoka, Japan pada 2000, The Norwegian
Authours Union pada 2004, dan sederet penghargaan internasional lainnya.
Adapun karya-karya yang dihasilkan pramoedya seperti, Bumi Manusia, Cerita
Dari Blora, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer,
Jejak Langkah, Rumah Kaca, Gadis Pantai, Arok Dedes, Arus Balik, Keluarga
Gerilya, dan masih banyak lagi.
Kini dirumahnya
yang terletak di Jalan Sumbawa 40, Jetis, Blora didirikan perpustakaan PATABA.
Di depannya terdapat papan dengan tulisan tegas; BACALAH, BUKAN BAKARLAH !!
rumah tersebut kini menjadi kediaman Soesilo Toer, adik bungsu Pramoedya yang
juga menjadi pengasuh perpustakaan.

Komentar
Posting Komentar